Ibu bagi saya adalah Pahlawan,tanpa beliau saya tak kan hirup udara sekeliling saya hingga sekon ini. Sembilan bulan sepuluh hari ibu jaga saya,dan relakan saya hidup dalam rahimnya. Dari saya yang berupa gumpalan darah hingga benar-benar berwujud bayi yang sehat dan kuat. Dan saya peroleh gizinya dari asi ibu saya,yang bahkan saya sudah lupa bagaimana rasanya. Masa kecil saya memang sangat indah,bahkan saya masih ingat beberapa kenangan yang tak terhapus sejakn saya batita atau balita. Masa kehidupan yang selalu terlampaui bersama semangat ibu yang menggebu menyulut saya. Tak bisa dihitung meski saya berusaha mengingat satu demi satu kepahlawanan ibu bagi kami sekeluarga,terutama saya.
Ibu adalah teman bagi saya,teman yang paling setia dalam suka dan duka. Atau lebih tepatnya sahabat paling karib untuk saya. Ibu selalu jadi wadah untuk saya berkeluh kesah ketika ada masalah atau kedukaan yang saya rasakan,entah kenapa kalimat advice ibu selalu manjur dan selalu buat saya tenang dan bersemangat. Membuat saya berbijak diri untuk terus berusaha dan berani menatap hari esok meski hari sebelumnya terasa berat untuk dilewati. Semangatnya yang berapi-api memotivasi saya dan buat saya terus tegar meski rintangan terlalu arogan untuk dilewati. Ketika saya menangis depan ibu,ibu justru membuat saya tertawa menghibur dengan cerita-ceritanya yang kocak habis,hingga raut tangis seketika menjadi ceria dengan peralihan wajah merah. Namun kadangkalan ibu buat suasana lebih melankolis dengan kalimat mutiaranya dan nasehat yang tak pernah saya dengar dari siapapun dan manapun sebab beliau miliki kalimat ciptaannya sendiri untuk buat saya tersentuh. Terlebih ketika saya kelewat bahagia karena suatu hal,ibu yang paling bahagia mendengar kabar baik itu. Kami saling berbagi setiap hari,tiada hari tanpa cerita kalau tidak bisa langsung karena terlalu sibuk,kami berkirim sms lucu atau sharing via sms. Pokoknya seru deh. Saya dan ibu sama-sama memiliki ketertarikan untuk jalan-jalan terutama kalo topiknya adalah fashion wah langsung deh. kami sering jalan-jalan sore apabila bosan di rumah,maklum kami juga perlu udara luar kan. Ibu saya tuh asik pokoknya. Di depan ibu sama sekali saya tidak bisa berbohong atau berkelit pandangan sinar mata beliau selalu membayangi saya. hmmm
My mom,my everything. Ya ibu saya adalah segalanya bagi saya. Ibu adalah nafas saya,alasan saya hidup,semangat saya,hal terpenting dalam hidup saya,dan segalanya pokoknya. Ibu saya adalah seorang yang penyabar dan ceria,ya karena beliau adalag guru taman kanak-kanak,itu cukup dijadikan alasan kenapa beliau berkarakter seasik itu. Ibu selalu berkomentar tentang penampilan saya. Apalagi kalau saya keluar rumah dengan teman-teman saya hanya pakai celana jeans buluk,kaos oblong lengkap dengan sandal jepit,dan tentu saja dengan motor yang kotor abis nggak pernah mandi. Wah langsung murka deh beliau. Saya disuruh ganti baju sesuai pilihannya. Bagian yang paling saya suka dari ibu sangat banyak susah untu dijelaskan satu-satu karena saking banyaknya. Teman-teman saya selalu kerasan berkinjung ke rumah saya karena ibu saya yang begitu welcome dan humble. Bahkan mereka sering share sama ibu saya. Ibu nggak pernah nglarang saya bergaul dengan siapapun yang penting saya punya filter bisa bedain mana yang baik dan kurang baik.
Ya itu sepenggal cerita tentang ibu saya. Ibu yang begitu luar biasa. Pasti kalian punya cerita tentang ibu kalian kan . . .
Ya Allah berikan kesehatan pada ibu agar bisa terus bersama kami,saya
Limpahkanlah kebahagiaan padanya,ringankan hari-harinya dan lindungilah ibu hamba
Jauhkanlah dari masalah-masalah dan orang-orang yang menyakitinya
Bahagiakan ibu ya Rabb,lapangkanlah rejekinya dan sehatkan lahir batinnya.
Kasih Ibu..
Kasih Ibu kepada beta...
Tak terhingga sepanjang masa..
Hanya memberi tak harap kembali..
Bagi sang surya menyinari dunia...
I love my mother so much,forever,till the end of time. (chachaharrysusanto)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar